Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Selasa, 14 Maret 2017

Akhirnya Aku Kalah Oleh Diriku Sendiri

Akhirnya aku kalah oleh diriku sendiri. Mimpi tentang kesendirian, kamar kos, kopi, rokok dan menulis dalam kesendirian runtuh secara perlahan dan akhirnya menghilang. Tuhan memberikanku petunjuk untuk aku pulang, pulang dalam arti yang sebenar-benarnya. Kembali ke rumah, kembali ke keluarga, kembali ke tempat aku bermula. Petunjuk itu diberikan lewat benjolan di kedua bagian leherku. Hingga aku memutuskan untuk memeriksakannya di rumah. Hasilnya, aku terkena TB Kelenjar Getah Bening, sebuah penyakit yang di sebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar getah bening. Akhirnya aku harus berobat jalan selama enam bulan. Setiap dua minggu sekali harus control ke RS. Mungkin jika aku nekat, aku bisa saja menyuruh dokter untuk membuat surat rujukan untuk diriku berobat di perantauan tetapi aku mencoba untuk realistis, berobat di sini, dekat dengan keluarga adalah pilihan terbaik. Lalu aku kemanakan impian itu? Entahlah, untuk saat ini aku anggap impian itu sudah tidak ada. Sebuah ketidak kemungkinan yang aku buang jauh-jauh. Tetapi jika setelah sembuh mimpi itu datang lagi dengan senyumnya yang menggoda, mungkin aku akan memperlakukannya lebih realistis. Tidak seperti kemarin yang terkesan grusah-grusuh dan persiapan kurang. Saat ini, aku merasa menjadi anak kecil yang diurusi ibunya ketika sakit. Karena kurang pahaman terhadap penyakit yang aku derita, ayah dan ibuku mengekang aku di rumah. Tidak boleh kecapekan, tidak boleh merokok, tidak boleh keluar malam, dan lain-lain. Padahal dokter yang menanganiku saja tidak memberi larangan apapun, aku menanyainya “”Dok, ada larangan-larangan apa begitu?” Dia hanya menjawab “Tidak” dengan nada datar yang terdengar dari bali masker yang ia pakai. Ya, aku tahu perasaan seorang ayah dan ibu memang begitu, orang tua mana yang tidak shock ketika anak yang tiga bulan tidak pulang dan ketika pulang membawa penyakit aneh. Aku maklumi saja mereka, mungkin satu dua minggu, siapa juga yang mau berdiam diri di rumah selama enam bulan? “Semoga cepat sembuh, Ad”, “GWS, Ad”. banyak pesan yang masuk setelah beberapa kawan di rumah tau aku pulang dengan keadaan yang tidak baik. Aku balas pesan itu dengan ucapan terima kasih dan minta maaf karena belum bisa menemui mereka ketika aku pulang. Teman kampus, teman komunitas, teman main, biasanya ketika aku pulang aku bergeriliya untuk menemui mereka satu persatu. Semoga enam bulan ini akan berjalan dengan cepat, atau ternya satu dua minggu saja benjolan ini akan segera hilang. Semoga saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar