mungkin cerpen, mungkin puisi, mungkin . . . ENTAHLAH
Malam mulai larut dan aku masih di sini menantimu
Menanti sebuah pesan darimu
“Hai “
Atau
“Selamat malam”
Atau apalah
Yang jelas itu memulai pembeciraan kita
Pembicaraan yang panjang
Membicarakan A sampai Z
Dari hijau sampai jambon
Dari atas gunung sampai dasar laut
Tidak berurutan tentunya
Karena itu sifatmu
Selalu mengacak pembicaraan
Kadang kau ingin mengakhiri pembicaraan
Tapi aku kejar dengan pertanyaan
Hingga kau tak jadi mengakhiri pembicaraan
Kadang kita berdebat
Kadang singkat
Kadang panjang
Tapi selalu aku yang kalah
Atau mungkin karena aku selalu mengalah
Untukmu
Ya untukmu
Siapa lagi
Aku selalu menganggap aku adalah untukmu
Bukan seluruh hidupku tentunya
Karena aku juga masih perlu hidupku sendiri
Mungkin sebagian
Yang jelas lebih banyak dari apa yang aku perlukan
Tapi entah denganmu
Entah?
Ya entahlah
Aku tidak pernah menanyakan padamu
Aku tidak berani
Aku takut
Takut?
Ya takut
Takut jika kau tau itu
Kau tidak akan mengirim pesan padaku lagi
Jangankan mengirim
Membalas pesanku saja mungkin tidak
Jadi aku hanya mengungkapkanya secara tersirat
Mungkin dengan puisi
Tidak
Terlalu pendek jika itu disebut puisi
Itu hanya kalimat bermetafora
Entah kau paham atau tidak
Kurasa kau paham
Karena kau orang yang luar biasa
Maksudku tidak biasa
Kau unik
Kau beda dengan yang lain
Kau juga beda denganku
Walaupun perbedaan itu hanya dibuat-buat
Kita pernah mendiskusikan itu
Tentang berbedaan kita
Dan kita satu kesepahaman
Kita beda tapi sama
Tapi kita tetap beda di mata yang membuat kita beda
Malam mulai larut dan aku masih menunggu
Menunggu pesan darimu
Aku mulai ngantuk
Tapi aku tetap bertahan
Menunggu pesan darimu
Tapi ada yang tidak bisa aku tahan
Rasa takutku
Takut?
Ya ketakuttan akan apa yang aku takutkan dulu
Tapi aku tetap menunggu
Aku tidak ingin mengirimimu pesan dulu
Karena akhir-akhir ini aku terlalu sering memulai
Memulai pembicaraan
Jadi aku hanya menunggu
Menunggu kau memulai
Aku takut
Takut
Takut kau mulai sadar yang sebenarnya
Jadi kau mengambil jarak
Kenapa?
Entah
Mungkin karena kita beda
Beda yang dibuat-buat
Atau mungkin beda yang lain
Perasaan kita beda
Aku mulai mereka-reka
Imajinasiku mulai membuat ceritanya sendiri
Andai saja kita tak bertemu pada saat itu
Mungkin tidak akan jadi serumit ini
Aku menunggu
Kau mengetahui aku menunggu
Dan kau membiarkan aku menunggu
Dan aku mulai berimajinasi bahwa kau membiarkan aku menunggu
Malam tetap larut
Dan aku masih menunggu
Sambil berimajinasi
Sampai tiba-tiba matahari menyadarkanku
Tentu saja aku langsung mencari pesan darimu
Tapi nihil
Kau tak memulai
Kau tak mengirimiku pesan
Kau mengakhiri
Tidak
Kau memulai
Kau memulai akhir
Kau memulai akhir dari hidupku
Entahlah
2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar